Bank tersebut kini memperkirakan harga aluminium dapat melonjak hingga USD4.000 per ton dalam tiga bulan ke depan jika gangguan terhadap permintaan tetap terbatas.
Meski demikian, harga aluminium acuan di London justru turun tipis 0,10 persen menjadi USD3.565,50 per ton.
Sebaliknya, kontrak aluminium paling aktif di Shanghai naik 0,56 persen menjadi 24.340 yuan per ton, menjadi satu-satunya logam yang menguat di SHFE.
Untuk logam lainnya di LME, seng turun 0,38 persen, timbal melemah 0,33 persen, nikel turun 0,55 persen, dan timah anjlok 1,30 persen.
Di SHFE, seng melemah 0,39 persen, timbal turun tipis 0,06 persen, nikel turun 0,31 persen, dan timah terkoreksi 0,72 persen. (Aldo Fernando)