sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Tembaga Melemah, Permintaan China Mulai Tertekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
15/05/2026 11:15 WIB
Harga tembaga melemah pada Jumat (15/5/2026), meski masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut.
Harga Tembaga Melemah, Permintaan China Mulai Tertekan. (Foto: iStock)
Harga Tembaga Melemah, Permintaan China Mulai Tertekan. (Foto: iStock)

IDXChannel - Harga tembaga melemah pada Jumat (15/5/2026), meski masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut.

Investor menimbang risiko gangguan pasokan yang masih tinggi dengan tanda-tanda bahwa lonjakan harga mulai menekan permintaan di China sebagai konsumen terbesar dunia.

Kontrak tembaga tiga bulan acuan di London Metal Exchange (LME) turun 0,99 persen menjadi USD13.800 per metrik ton pada pukul 10.05 WIB.

Sementara itu, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) merosot 1,45 persen ke level 106.060 yuan.

Sepanjang pekan ini, kontrak tembaga di London tercatat naik 1,23 persen, sedangkan tembaga SHFE menguat 2,35 persen.

Baik bursa London maupun Shanghai sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada pekan ini, didorong aksi beli dana investasi di tengah kekhawatiran terhadap pasokan tambang dan keterbatasan kapasitas pengolahan.

Namun reli mulai kehilangan momentum sejak Kamis, setelah pelaku pasar merealisasikan keuntungan dan muncul tanda-tanda bahwa harga tinggi mulai membebani konsumsi fisik di China.

Analis dari broker China Jinrui Futures menyebut, dikutip Reuters, permintaan sektor hilir mulai melemah karena kenaikan harga tembaga menekan pesanan baru.

Stok tembaga SHFE juga mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan.

Persediaan tembaga on-warrant tercatat mulai naik sejak Selasa, mengakhiri tren penurunan berkepanjangan sejak pertengahan Maret, menjadi 97.011 ton pada Kamis dari 88.077 ton pada Senin.

Indikator pasar spot juga melemah. Premi yang dibayarkan pembeli tembaga China di atas harga SHFE berubah menjadi diskon, menandakan pembeli mulai enggan mengejar harga yang semakin tinggi.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak, penguatan dolar AS, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve mempertahankan suku bunga lebih lama akibat inflasi yang masih tinggi tetap menjadi sumber tekanan bagi tembaga dan pasar logam industri secara umum.

Logam dasar lainnya turut mengikuti pelemahan tembaga.

Di LME, aluminium dan timbal masing-masing turun 0,74 persen, seng melemah 0,67 persen, nikel turun 0,79 persen, dan timah merosot 0,43 persen.

Sementara di SHFE, aluminium turun 1,09 persen, seng melemah 0,16 persen, timbal turun 0,54 persen, nikel anjlok 1,72 persen, dan timah merosot 2,05 persen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement