AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Hari ini Merah, Investor Harap Tenang IHSG Masih Berpeluang Naik

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 27 Juni 2022 16:09 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal bergerak mixed seperti pada pekan lalu. Sempat menguat di awal perdagangan, namun melemah di akhir sesi kedua
Hari ini Merah, Investor Harap Tenang IHSG Masih Berpeluang Naik. (Foto: MNC Media)
Hari ini Merah, Investor Harap Tenang IHSG Masih Berpeluang Naik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal bergerak mixed seperti pada pekan lalu. Sempat menguat di awal perdagangan, namun jelang penutupan sesi kedua justru bergerak melemah.

VP Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih mengatakan, indeks regional termasuk IHSG hari ini sebenarnya bergerak positif seperti minggu lalu didorong harga komoditas.

"Tapi kemudian ketika harga komoditas koreksi kita juga mengalami tekanan karena kalau kita lihat perekonomian global yang cenderung turun sementara dari bank dunia disampaikan tidak terlalu turun, mungkin itu sesuatu yang membuat optimis ya," ujar Alfatih dalam IDX 2nd Session Closing, Senin (27/6/2022).

Adapun Alfatih menambahkan, pergerakan IHSG masih di kisaran 6.698-7.050. Sehingga untuk besok masih diprediksi bergerak mixed dengan cenderung kebawah sedikit, jika tembus 7.050 masih ada peluang ke 7.100.

Diketahui ada aturan baru yang dimana investor tak bisa melihat net sell atau net buy secara intraday. Alfatih mengatakan secara transaksi tidak berpengaruh secara big player.

"Tapi untuk ritel agak hambatan ya karena itu salah satu keterbukaan informasi oleh pelaku pasar nasabah ritel, mungkin nasabah ritel perlu adjustment beberapa hari ini," jelas dia.

Alfatih menilai, jika dilihat dari jangka besar dengan volatilitas tinggi, indeks masih di kisaran 7.000.

"Dalam kondisi seperti ini seringkali asing ketika harga turun dia beli dan naik dia jual, mungkin pertengahan semester mereka mulai mengambil kesempatan untuk rotasi untuk menyelesaikan portfolionya," ungkap Alfatih.

Peralihan pembukuan hingga Juni, lanjut Alfatih, memang ada perubahan rotasi setor. Jadi akan disesuaikan ke laporan keuangan, mana yang ditambah dan mana yang dikurang.

"Apalagi sekarang bobot indeks kita juga, sekarang ada pendatang baru GOTO yang berpengaruh ke indeks kita," katanya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD