AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

IHSG Ambruk 4 Hari Beruntun, Hari Ini Bakal Hijau? 

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 13 Mei 2022 06:12 WIB
Setelah 4 hari berturut-turut mengalami tekanan signifikan, analis prediksi IHSG hari ini mixed dan melemah terbatas di 6.485 – 6.624.
IHSG Ambruk 4 Hari Beruntun, Hari Ini Bakal Hijau?  (Dok.MNC)
IHSG Ambruk 4 Hari Beruntun, Hari Ini Bakal Hijau?  (Dok.MNC)

IDXChannel- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot cukup signifikan dalam empat hari berturut-turut setelah libur panjang lebaran. Sejak awal pekan ini, indeks tak pernah berakhir di zona hijau dan tercatat mengalami tekanan.

Data penutupan terakhir Kamis (12/5) menunjukkan IHSG tertekan -3,17% di 6.599,84, dengan range di 6.576,30 - 6.802,32. Adapun nilai transaksi mencapai Rp18,11 triliun dari total 23,95 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Founder WH Project, William Hartanto menilai posisi candlestick IHSG berada di bawah MA5 yang mengindikasikan ada penurunan lebih lanjut.

"Bahasa teknikalnya adalah strong downtrend. Dan pada perdagangan kemarin IHSG mengalaminya," kata William dalam riset WH Project, dikutip Jumat (13/5/2022).

William juga mencermati distribusi investor asing dalam mengamankan profit cukup besar. Diketahui, rincian perdagangan all market Kamis (12/5) menunjukkan asing meraup cuan akumulatif sebesar Rp721,37 miliar, dan telah menembus Rp4,4 triliun dalam hitungan sepekan.

"Hal ini juga yang diyakini menjadi faktor pembuat panik investor dalam negeri sehingga turut melepas saham dan memperparah kondisi," ungkapnya

Secara fundamental, penulis buku The Tao of Bandarmology ini membaca sentimen global suku bunga Federal Reserve masih membebani aset berisiko seperti saham. Sehingga, dirinya memandang investor dapat menyiapkan strategi tersendiri.

"Sentimen Fed rate tidak separah awal mula adanya pandemi, jadi Anda bisa mulai mempersiapkan watch list saham favorit Anda, baik itu dari saham-saham index movers maupun saham-saham 2nd liner yang menurut Anda memiliki prospek cerah setelah efek Fed rate ini selesai," terangnya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD