AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

IHSG Ditutup Merah Lagi, Ternyata Ini Penyebabnya

MARKET NEWS
Oktiani/Koran Sindo
Kamis, 06 Mei 2021 17:37 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,09% atau turun 5,67 poin ke level 5.970,24 pada penutupan perdagangan, Kamis (6/5/2021).
IHSG Ditutup Merah Lagi, Ternyata Ini Penyebabnya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,09% atau turun 5,67 poin ke level 5.970,24 pada penutupan perdagangan, Kamis (6/5/2021).

Analis PT Henan Putihrai Sekuritas Liza C Suryanata mengatakan, IHSG masih belum mampu mencapai level kritis di 6.000 sehingga masih berada dalam trend sideways.

"Kita belum bisa keluar dari fase bottoming, entah masih berapa lama lagi. Range pergerakan IHSG semakin menyempit. Level 6.000-6.005 sekarang menjadi resisten dan support mungkin masih terbuka kemungkinan koreksi ke 5.930-5.900," ujarnya pada closing market IDX Channel, Kamis (6/5/2021).

Menurut dia, pelemahan IHSG juga disebabkan berkurangnya sentimen positif di global. Rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2021 yang masih terkontraksi 0,74% juga sudah sejalan dengan konsensus. Sementara sentimen negatif yang masih membayangi adalah penyebaran varian baru dari Covid-19.

"Sentimen positif memang masih agak kering. Kemudian minggu depan kita juga akan menghadapi libur Lebaran. Biasanya menjelang Lebaran transaksi di market agak sepi," ungkapnya.

Meski begitu, masih ada potensi yang cukup bagus di mana aksi beli saham oleh investor asing selama 1 minggu ini sudah mulai masuk.

"Tercatat 1 minggu ini sudah ada Rp1 triliun. Jadi mungkin ini fase trend sideways saja. Jangan sampai kita berubah trend sideways menjadi downtrend. Cuma memang masih harap-harap cemas kapan kita tembus ke atas 6.000 dan apakah level support 5.900 ini akan tetap terjaga," jelas Liza. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD