Mirae Asset memperkirakan inflasi berada di kisaran 3,0 persen-3,5 persen pada akhir 2026, dengan risiko kenaikan masih terbuka.
Sementara itu, pemulihan permintaan domestik masih berlangsung tidak merata. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali berada di zona kontraksi pada Agustus 2026 dengan level 49,8. Core inflation juga hanya meningkat tipis menjadi 1,93 persen yoy.
Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan inflasi belum sepenuhnya mencerminkan penguatan daya beli maupun pemulihan permintaan domestik yang solid.
Mirae Asset menilai ruang penguatan IHSG masih terbuka, terutama apabila aliran dana asing ke saham-saham large-cap dan perbankan terus berlanjut. Namun, keberlanjutan penguatan pasar tetap bergantung pada stabilitas rupiah, pergerakan yield global, perkembangan inflasi, serta pemulihan permintaan domestik.
(Shifa Nurhaliza Putri)