AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

IHSG Rebound, Analis: Investor RI Hobi Khawatir yang Terjadi di Negara Orang

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 29 November 2021 16:03 WIB
Sempat dibuka di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound ditutup naik 0,71 persen di 6.608,291.
IHSG Rebound, Analis: Investor RI Hobi Khawatir yang Terjadi di Negara Orang (FOTO: MNC Media)
IHSG Rebound, Analis: Investor RI Hobi Khawatir yang Terjadi di Negara Orang (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sempat dibuka di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound ditutup naik 0,71 persen di 6.608,291. Hal ini dipengaruhi faktor eksternal terjadi di negara lain seperti merebaknya virus covid varian Omicron.

Head of Research Creative Trading System, Argha Jonathan Karo Karo mengatakan, IHSG yang sempat tertekan dalam di sesi I perdagangan hari ini karena investor terpengaruh berita penyebaran varian baru Covid-19.

"Paling tidak di awal perdagangan tadi terlihat jelas bahwa market dalam kondisi cukup panik karena memang kita tahu berita penyebaran Omicron skalanya bertambah besar selama weekend ini, dan kita tahu memang investor di Indonesia cukup hobi tuh khawatirkan apa yang terjadi di negara orang, hutang negara orang, sekarang virus, itu yang jadi kekhawatiran," kata Argha dalam 2nd Session Closing IDX, Senin (29/11/2021).

Argha menambahkan, memang hal tersebut yang menjadi trigger, namun setelah itu jika kasus terparahnya terjadi dunia harus kembali ke 2020 itu bukan hal buruk bagi bursa saham.

"Karena bursa saham jika terjadi lockdown justru naik tinggi dan di 2021 ini ketika ekonomi di negara-negara lain terpuruk pun, bursa (Indonesia) All Time High. Jadi sebenarnya kalau kita berpikir logis, tidak ada korelasi jelas antara penyebaran virus, pandemi, lockdown dan kejatuhan ekonomi dengan bursa saham, tentunya itu korelasinya sudah tidak ada, tetapi kekhawatiran itu seru untuk direspon oleh pelaku pasar pada akhirnya IHSG rebound lagi," ujarnya.

Sesaat IHSG sudah rebound lagi, Argha mengatakan bahwa konsen terbesarnya ada di akhir perdagangan dengan investor asing melakukan profit taking lebih dari Rp1 triliun di tengah kekhawatiran Omicron ini.

"Overall ini bukan sesuatu yang besar apalagi mengganggu buat bursa saham. Buat sektor riil tentu ini bisa jadi sesuatu yang besar dan menurut saya belum ada satu diantara kita yang cukup yakin bahwa ini baik-baik saja atau akan menjadi buruk," lanjut dia.

Dengan demikian, efek WIndow Dressing menurutnya akan jauh lebih besar daripada dampak dari ekonomi atau lockdown virus baru. Pergerakan IHSG hari ini diyakini sebagai gambaran hingga akhir tahun.

Saham-saham pilihan rekomendasi untuk besok diantaranya:
TLKM - BUY
BBHI - BUY
KLBF - BUY
UNTR - BUY

(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD