AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

IHSG Terkoreksi Dalam hingga 2 Persen, Ini kata Analis

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Senin, 12 April 2021 16:44 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG ditutup turun 121,64 poin atau 2,00 pers
IHSG Terkoreksi Dalam hingga 2 Persen, Ini kata Analis. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG ditutup turun 121,64 poin atau 2,00 persen ke 5.948.

Anjloknya IHSG yang juga memaksa keluar dari level 6.000 merupakan lanjutan koreksi dari penutupan perdagangan Jumat (9/4/2021) lalu, di mana IHSG ditutup melemah 1,5 poin atau 0,02 persen ke level 6.070.

Terkait anjloknya indeks, Founder Master Mind Trader, Hendri Setiadi, mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini, seperti aksi profit taking dan beberapa sentimen lain.

"Kalau dari sisi fundamental memang kita tahu banyak emiten yang sudah naik, ada aja aksi profit taking, kemudian juga mungkin mengenai saham-saham BUMN membukukan kerugian," ujar Hendri dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Senin (12/4/2021).

Hendri menambahkan, dari sisi technical, IHSG terlihat berpotensi mengalami koreksi sejak 24 Maret lalu, di mana pada saat itu IHSG ditutup di level 6.100 dan ada indikasi mulai tertekan.

"Benar saja hari ini sudah di bawah 6.000, tapi masih di atas support di 5.944, jadi di atas itu masih ada kemungkinan besar di dua minggu ini rebound kembali," kata dia. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD