AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

IHSG Terkoreksi Signifikan Dua Minggu Terakhir, Ini Kata Analis

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Kamis, 01 April 2021 11:05 WIB
IHSG terkoreksi signifikan dua minggu terakhir dipengaruhi kepanikan pasar.
IHSG terkoreksi signifikan dua minggu terakhir (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Pengamat pasar modal Riska Afriani mengatakan, saat ini IHSG sudah tidak memasuki fase koreksi sehat. Sebab, IHSG sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga dua minggu terakhir ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (1/4/2021). IHSG menguat 0,39% berada di level 6.008.

“Kalau saya melihat ini sudah memasuki bukan koreksi sehat lagi. Jika koreksi sehat, itu relatif hanya mengalami penurunan ketika terjadi kenaikan yang signifikan. Namun, beda halnya yang terjadi saat ini,” katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, yang saat ini terjadi adalah kepanikan pasar. Adanya pengaruh dari sentimen negatif domestik dan juga global itu turut mempengaruhi perdagangan IHSG.

“Kalau kita lihat berdasarkan nilai transaksi bursa pada perdagangan kemarin, itu hanya sebesar 12,1 triliun dan ini juga ada investor asing melakukan penjualan bersih kurang lebih di 1,03 triliun. Artinya, bukan hanya dari domestik tetapi melainkan juga ada faktor global yang turut mempengaruhi perdagangan IHSG kita,” ujar Riska.

Lanjut Riska, salah satu sentimen negatif dari domestik yakni terkait BPJS Ketenagakerjaan yang berencana akan memangkas investasi saham dan Reksadana. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan memang memiliki porsi yang cukup besar di pasar saham Indonesia. Sehingga, sangat diperhatikan oleh pelaku pasar.

“Porsi BPJS sendiri itu ada 23,9% ada di Reksadana saham dan saham. Disampaikannya wacana mengenai pengurangan investasi saham ini turut berimbas pada saham-saham blue chip kita yang memang pada perdagangan kemarin juga mengalami penurunan yang signifikan,” jelas Pengamat pasar modal tersebut.

Sementara itu, kata dia, sentimen dari global terkait dengan kenaikan US treasury. Diketahui, saat ini kenaikan dari yield-nya sendiri sudah mencapai 1,70%. Hal ini juga menjadi kekhawatiran pelaku pasar.

Riska kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, INKP, ICBP, TLKM, dan BBCA. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD