“IHSG memiliki pola head and shoulders besar, di mana gagal mempertahankan 6.850 sebagai support terakhir, dan menuju angka 6.000,” ujar Michael.
Sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets (EM) menyusut menjadi sekitar 0,5 persen dari sebelumnya 0,7 persen. Penurunan itu dipicu eliminasi besar-besaran saham Indonesia dari indeks global MSCI.
Dalam review terbaru, MSCI mengeluarkan enam saham dari indeks Standard Cap. Dari jumlah tersebut, hanya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang dipindahkan ke indeks Small Cap. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sepenuhnya terhapus dari indeks MSCI.
MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari indeks Small Cap, sehingga total terdapat 19 saham domestik yang dieliminasi dalam rebalancing kali ini.
Mirae menilai langkah tersebut mencerminkan dampak pembekuan rebalancing sejak Januari lalu yang berkaitan dengan isu transparansi kepemilikan saham. Meski demikian, risiko Indonesia keluar dari kategori emerging market dinilai mulai mereda.