sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun Lebih dari 3 Persen ke Bawah 6.500, Tersengat Efek MSCI-FTSE

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
18/05/2026 09:47 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam pada Senin (18/5/2026) pagi seiring sentimen terkait aksi jual investor asing.
IHSG Turun Lebih dari 3 Persen ke Bawah 6.500, Tersengat Efek MSCI-FTSE. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun Lebih dari 3 Persen ke Bawah 6.500, Tersengat Efek MSCI-FTSE. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam pada Senin (18/5/2026) pagi seiring sentimen terkait aksi jual investor asing setelah sejumlah saham berkapitalisasi besar Indonesia terdepak dari indeks global MSCI dan FTSE Russell.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.40 WIB, IHSG melemah signifikan 3,60 persen ke bawah level psikologis 6.500, menjadi 6.481,40. Nilai transaksi mencapai Rp5,50 triliun dan volume perdagangan 9,3 miliar saham.

Tekanan jual sangat terasa pagi ini, dengan 619 saham di zona merah dan hanya 90 saham di zona hijau, sedangkan 250 sisanya stagnan.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, tekanan terhadap IHSG pagi ini dipicu derasnya arus keluar dana asing setelah perubahan konstituen indeks global.

“Pada bulan ini, terjadi outflow terbesar dari indeks MSCI maupun FTSE. Dari enam emiten berkapitalisasi besar yang keluar, yaitu DSSA dan BREN yang berada dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), kemudian AMMN, AMRT, CUAN, dan TPIA,” ujar Michael, Senin (18/5/2026).

Dia menambahkan, tekanan pasar juga datang dari keputusan FTSE Russell yang akan menghapus DSSA dari konstituennya.

“Selain itu perlu diingat juga bahwa FTSE akan mengeluarkan DSSA dari konstituennya. Nilai outflow yang diperkirakan ada di kisaran Rp30 triliun,” katanya.

Menurut Michael, dana keluar tersebut berpotensi terus membebani pasar hingga periode rebalancing berikutnya pada Juni mendatang.

“Yang akan dieksekusi oleh passive fund sampai pada bulan depan Juni, yaitu rebalancing selanjutnya,” tutur dia.

Dari sisi teknikal, Michael menilai IHSG kini membentuk pola pelemahan yang cukup besar setelah gagal mempertahankan level support penting.

“IHSG memiliki pola head and shoulders besar, di mana gagal mempertahankan 6.850 sebagai support terakhir, dan menuju angka 6.000,” ujar Michael.

Sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets (EM) menyusut menjadi sekitar 0,5 persen dari sebelumnya 0,7 persen. Penurunan itu dipicu eliminasi besar-besaran saham Indonesia dari indeks global MSCI.

Dalam review terbaru, MSCI mengeluarkan enam saham dari indeks Standard Cap. Dari jumlah tersebut, hanya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang dipindahkan ke indeks Small Cap. Sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sepenuhnya terhapus dari indeks MSCI.

MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari indeks Small Cap, sehingga total terdapat 19 saham domestik yang dieliminasi dalam rebalancing kali ini.

Mirae menilai langkah tersebut mencerminkan dampak pembekuan rebalancing sejak Januari lalu yang berkaitan dengan isu transparansi kepemilikan saham. Meski demikian, risiko Indonesia keluar dari kategori emerging market dinilai mulai mereda.

“Deletion without addition mendominasi,” tulis analis Mirae dalam risetnya.

Mirae memperkirakan penurunan bobot Indonesia di MSCI EM dapat memicu arus keluar dana gabungan pasif dan aktif sekitar USD1,7 miliar dari enam saham yang keluar dari Standard Cap. Jika memperhitungkan penurunan bobot saham konstituen lainnya, total potensi outflow diproyeksikan mencapai sekitar USD2,8 miliar.

Meski tekanan jual diperkirakan masih berlanjut hingga implementasi efektif pada 29 Mei 2026, Mirae menilai sebagian besar sentimen negatif telah tercermin di pasar.

“Tekanan menjelang implementasi 29 Mei masih mungkin, namun yang terburuk sebagian besar terlewati—sentimen diperkirakan pulih bertahap,” tulis Mirae. (Aldo Fernnando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement