sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Impor Minyak AS-Eropa Jadi Peluang, BULL Optimistis Hadapi 2026

Market news editor Desi Angriani
27/12/2025 05:00 WIB
Prospek bisnis angkutan energi, khususnya kapal tanker minyak dan gas alam cair (LNG), masih akan menguat dalam beberapa tahun ke depan.
Impor Minyak AS-Eropa Jadi Peluang, BULL Optimistis Hadapi 2026 (Foto: dok BULL)
Impor Minyak AS-Eropa Jadi Peluang, BULL Optimistis Hadapi 2026 (Foto: dok BULL)

Kevin mencontohkan, perubahan pola impor minyak Indonesia. Jika sebelumnya Indonesia banyak mengimpor minyak dari Singapura dengan waktu tempuh hanya dua hingga tiga hari, kini beralih ke Amerika Serikat (AS) sehingga membuat waktu pelayaran melonjak menjadi 45-50 hari sekali jalan.

“Kalau sebelumnya butuh sekitar 10 kapal, ke depan bisa memerlukan jauh lebih banyak kapal. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Eropa, Korea, Jepang, dan negara lainnya,” kata dia.

Kevin menambahkan, Eropa telah berkomitmen untuk membeli energi dari Amerika Serikat senilai USD750 miliar. Volume besar tersebut akan mendorong permintaan kapal tanker minyak dan gas secara signifikan, meskipun dampaknya baru akan terlihat secara penuh pada tahun depan.

Sentimen positif juga datang dari sisi geopolitik. Kebijakan Amerika Serikat yang semakin keras terhadap Venezuela berpotensi mengurangi pasokan minyak global hingga sekitar 1 juta barel per hari. Kondisi ini justru membuka peluang bagi kapal-kapal non-sanksi, termasuk armada BULL, untuk mengangkut pasokan minyak tersebut.

“Kebutuhan pengangkutan minyak dunia akan meningkat lebih dari 1 juta barel per hari. Ini akan sangat berdampak pada permintaan kapal tanker,” katanya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement