IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Rabu (8/7/2026) waktu setempat. Indeks S&P 500 berakhir melemah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran telah berakhir, sehingga memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Trump mengaku tidak lagi tertarik melanjutkan pembicaraan dengan Iran saat menghadiri KTT NATO di Turki. Dia juga memperingatkan Washington kemungkinan akan kembali melancarkan serangan pada Rabu malam.
"Yang menjadi kunci adalah berapa lama konflik ini berlangsung. Jika infrastruktur Iran mengalami kerusakan, pasar kemungkinan akan bereaksi lebih serius karena potensi pembalasan dari Iran," ujar Senior Investment Strategist U.S. Bank Wealth Management, Rob Haworth dikutip dari Reuters.
Indeks S&P 500 turun 0,28 persen ke level 7.482,71, sedangkan Dow Jones Industrial Average merosot 1,09 persen menjadi 52.348,39. Sebaliknya, Nasdaq Composite masih mampu menguat 0,20 persen ke posisi 25.870,65 berkat penguatan saham-saham teknologi, sementara indeks semikonduktor PHLX melonjak 2,23 persen.
Penguatan sektor chip dipimpin Broadcom yang melonjak 4,8 persen setelah Apple mengumumkan akan menggelontorkan lebih dari USD30 miliar sebagai bagian dari perjanjian pasokan chip yang dicapai awal pekan ini. Nvidia juga naik 3,65 persen setelah muncul laporan bahwa China akan mengizinkan perusahaan kecerdasan buatan (AI) domestik membeli chip H200 dalam jumlah terbatas.
"Setiap kali Apple mengumumkan penggunaan produk sebuah perusahaan, sentimen pasar biasanya sangat positif, terlebih dengan 2,5 miliar perangkat Apple yang digunakan di seluruh dunia," kata Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan.
Di sisi lain, saham Microsoft dan Alphabet masing-masing turun lebih dari 1 persen, sementara Meta Platforms melemah 2 persen. SpaceX juga turun 0,8 persen ke USD148,38, menjadi penutupan terendah sejak melantai di bursa pada 12 Juni lalu.
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup di zona merah. Sektor industri memimpin pelemahan dengan penurunan 3,41 persen, disusul sektor material yang turun 2,45 persen.
Saham maskapai seperti United Airlines dan Delta Air Lines juga terkoreksi lebih dari 1 persen akibat kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya bahan bakar, sementara operator kapal pesiar Carnival turun 3,9 persen dan Norwegian Cruise Line melemah 1,9 persen.
Harga minyak Brent melonjak 5,2 persen setelah pernyataan Trump, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut naik. Kenaikan harga energi dinilai berpotensi kembali memicu tekanan inflasi dan memperumit arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3 persen dengan alasan meningkatnya risiko akibat konflik di Timur Tengah.
Risalah rapat The Fed bulan lalu juga menunjukkan kekhawatiran pejabat bank sentral terhadap prospek inflasi masih cukup tinggi. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember semakin besar.
Volume transaksi di bursa AS tercatat relatif sepi dengan 17,8 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 23 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.
(Rahmat Fiansyah)