AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Investasi China Tumbuh 8 Persen, Penjualan Ritel dan Output Industri Melambat

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 15 September 2021 10:42 WIB
Pertumbuhan penjualan ritel yang hanya 2,5% dimungkinkan terjadi akibat dari meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara bagian.
Investasi China Tumbuh 8 Persen, Penjualan Ritel dan Output Industri Melambat (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Biro Statistik Nasional China (NBS) mengeluarkan rilis terbaru terkait output industri sebesar 5,3% (yoy), dan penjualan ritel untuk sektor konsumer mencapai 2,5% seperti dilansir kantor berita Xinhua, Rabu pagi (15/9/2021). 

Namun, jajak pendapat Reuters (15/9) menyebut persentase tersebut jauh dari ekspektasi pasar di mana pertumbuhan output industri lebih lambat dari bulan Juli 2021 yang mencapai 6,4%. 

"Kebijakan pembatasan Covid-19, kurangnya pasokan semikonduktor, dan pembatasan terhadap industri dengan emisi karbon yang tinggi dinilai mengganggu aktivitas ekonomi negara terbesar kedua di dunia itu," tulis manajemen. 

Pertumbuhan penjualan ritel yang hanya 2,5% dimungkinkan terjadi akibat dari meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara bagian. Persentase tersebut jauh lebih rendah dari perkiraan sebesar 7%, dan lebih rendah dari bulan Juli yang mencapai 8,5%. 

Sementara investasi aset tetap tumbuh 8,9% pada periode Januari-Agustus 2021 dibandingkan periode tahun sebelumnya. 

Ekonomi China sempat mengalami kemerosotan yang cukup dalam semenjak virus corona menghantam negara tersebut. Namun, ketika ekonomi mulai pulih, Beijing mendapat tantangan berupa minimnya pasokan, dan tingginya harga bahan baku. 

Belakangan ini, pembatasan baru untuk mengantisipasi varian baru Covid, membuat sejumlah sektor transportasi, akomodasi, dan hiburan terkena pukulan telak. Sebuah survei lokal mencatat pembatasan di beberapa wilayah mengancam pemulihan ekonomi China.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD