Kinerja tersebut sekaligus menandai pembalikan dari rugi bersih Rp367 miliar yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut manajemen GOTO, perbaikan tersebut menunjukkan transformasi operasional yang dijalankan perusahaan mulai membuahkan hasil.
“Ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Hans Patuwo, Dirut Goto, dalam siaran pers 28 April lalu.
Dari sisi top-line, GOTO membukukan pendapatan sebesar Rp5,3 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian laba bersih yang diiringi pertumbuhan pendapatan menjadi salah satu tonggak penting bagi GOTO dalam upaya memperkuat profitabilitas setelah beberapa tahun berfokus pada efisiensi dan optimalisasi bisnis.
Laporan keuangan kuartal II akan menjadi momentum bagi pasar untuk menilai apakah tren perbaikan kinerja masih berlanjut. Investor juga akan mencermati berbagai indikator operasional dan keuangan sebagai gambaran arah bisnis GOTO di sisa tahun ini.