IDXChannel - Pencabutan izin tambang emas Martabe yang dioperasikan PT Agincourt Resources (PTAR) dinilai berpotensi menekan kinerja keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR), mengingat besarnya kontribusi aset tersebut terhadap laba bersih perseroan.
“Kami menilai bahwa pencabutan izin ini berpotensi berdampak negatif bagi UNTR,” kata Investment Analyst Stockbit, Everson Sugianto, Rabu (21/1/2026).
Stockbit menjelaskan, besarnya dampak tersebut terutama berkaitan dengan kontribusi tambang emas Martabe terhadap kinerja keuangan perseroan.
“Berdasarkan estimasi kami, dengan asumsi volume penjualan sebesar 220 ribu oz, kontribusi laba bersih dari tambang Martabe berkisar antara 27-39 persen terhadap laba bersih keseluruhan UNTR pada proyeksi tahun fiskal 2026, bergantung pada asumsi harga emas yang digunakan,” tulis Stockbit.
Dengan asumsi harga emas rata-rata USD3.500 per troy ons, kontribusi Martabe diproyeksikan sekitar 27 persen, meningkat menjadi 34 persen pada harga USD4.200 per ons, dan mencapai 39 persen jika harga emas berada di level USD4.800 per ons.