Beban pokok pendapatan naik 13,3 persen menjadi Rp13,19 triliun. Laju pertumbuhan COGS yang lebih lambat mengangkat laba kotor perseroan hingga 67,8 persen menjadi Rp4,52 triliun. Alhasil, margin juga meningkat dari 18,8 persen menjadi 25,5 persen.
Laba usaha mencapai Rp2,59 triliun, tumbuh 128 persen dengan margin 14,7 persen, naik dari sebelumnya 7,9 persen. Laba bersih mencapai Rp1,82 triliun dengan margin meningkat dari menjadi 10,2 persen dari 4,7 persen.
Posisi keuangan Japfa masih kuat meski aset lancar turun. Hal ini tercermin dari posisi kas dan setara kas yang turun 48 persen dari Rp3,55 triliun menjadi Rp1,85 triliun.
Penurunan ini merupakan efek dari pelunasan utang obligasi pada awal tahun yang mencapai Rp5,8 triliun. Namun, utang bank meningkat untuk menjaga likuiditas. Secara keseluruhkan, liabilitas Japfa turun 13,6 persen menjadi Rp17,3 triliun.
Sementara itu, ekuitas tumbuh 10 persen menjadi Rp20,5 triliun imbas lonjakan laba bersih. Kombinasi di atas membuat aset Japfa turun 1,8 persen menjadi Rp39,3 triliun.
(Rahmat Fiansyah)