Kenaikan tersebut melanjutkan pertumbuhan 14 persen pada Mei 2026, sekaligus menjadi bulan ketiga berturut-turut penjualan mobil mencatatkan pertumbuhan secara tahunan.
Secara kumulatif, penjualan mobil baru sepanjang semester I-2026 mencapai 436.564 unit, atau meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mencerminkan permintaan konsumen yang tetap kuat meskipun masyarakat masih menghadapi tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah masih bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.060-Rp18.110 per USD.
(NIA DEVIYANA)