El Nino bantu produksi, tetapi berisiko menahan pengiriman
Di sisi lain, kondisi kering akibat El Nino justru memberikan keuntungan bagi aktivitas produksi batu bara. Indeks Nino telah berada di atas ambang El Nino +0,5 sejak April 2026.
CGSI melihat cuaca kering membawa tiga dampak utama bagi industri batu bara. Pertama, kondisi kering membuat kebakaran lebih mudah meluas.
Kedua, minimnya hujan membuat permukaan sungai menjadi lebih dangkal.
Ketiga, aktivitas penambangan dapat berlangsung dengan lebih sedikit gangguan akibat hujan.
Risiko terbesar justru berada pada sisi pengiriman. Sungai yang lebih dangkal dapat memperlambat aktivitas tongkang sehingga pengiriman batu bara berpotensi tertunda.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), misalnya, mengandalkan Sungai Barito untuk pengiriman. Sementara itu, tambang-tambang ITMG, khususnya Trubaindo, Bharinto, dan Graha Panca Karsa, bergantung pada Sungai Mahakam.