sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap Rp258 Triliun Sejak Awal 2026

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
21/05/2026 11:48 WIB
Kekayaan taipan petrokimia dan energi Indonesia, Prajogo Pangestu, terus turun tajam sepanjang 2026 seiring anjloknya saham-saham Grup Barito.
Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap Rp258 Triliun Sejak Awal 2026. (Foto: Bakti Barito)
Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap Rp258 Triliun Sejak Awal 2026. (Foto: Bakti Barito)

Perlahan tapi pasti, bisnisnya merambah ke berbagai sektor: dari perbankan (Bank Andromeda), perkebunan cokelat, pabrik kertas, hingga petrokimia.

Prajogo bermitra dengan keluarga Soeharto dan para taipan lainnya untuk mendirikan PT Tanjung Enim Pulp dan Kertas, Bank Andromeda, serta PT Chandra Asri, perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia.

Pada September 1991, Prajogo Pangestu menjalin kerja sama strategis dengan Kuok bersaudara dari Malaysia untuk mendirikan hotel di Pulau Sentosa, menandai langkahnya masuk ke industri pariwisata internasional.

Tak hanya itu, ia juga menggandeng Grup Salim dalam usaha bersama di Bintan untuk mengembangkan sektor pariwisata domestik. Di tahun yang sama, Prajogo memperluas jangkauan bisnisnya ke Tiongkok daratan dengan menggandeng mitra Taiwan mendirikan perusahaan kayu lapis di Jiangsu.

Ketika Summa Bank milik Soeryadjaya menghadapi kesulitan, Prajogo bersama para taipan lain cepat mengambil alih kendali, hingga akhirnya menjadi salah satu pemegang saham terbesar di Grup Astra, yang sebelumnya dikuasai keluarga Soeryadjaya.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7
Advertisement
Advertisement