sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap Rp258 Triliun Sejak Awal 2026

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
21/05/2026 11:48 WIB
Kekayaan taipan petrokimia dan energi Indonesia, Prajogo Pangestu, terus turun tajam sepanjang 2026 seiring anjloknya saham-saham Grup Barito.
Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap Rp258 Triliun Sejak Awal 2026. (Foto: Bakti Barito)
Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap Rp258 Triliun Sejak Awal 2026. (Foto: Bakti Barito)

Prajogo dikenal sebagai pendiri sekaligus chairman BRPT, grup petrokimia terbesar di Indonesia. Perusahaan berbasis di Jakarta itu kini memiliki bisnis di sektor petrokimia, energi panas bumi, pembangkit listrik, hingga bahan baku plastik.

Menurut Bloomberg, sebagian besar kekayaan Prajogo berasal dari kepemilikannya di Barito Pacific. Dia menguasai sekitar 71 persen saham perusahaan tersebut berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI) per Maret 2026.

Selain itu, Prajogo juga memiliki eksposur besar di BREN emiten energi terbarukan yang melantai di bursa pada Oktober 2023. Kepemilikan ekonominya di BREN mencapai sekitar 22 persen melalui perusahaan holding Green Era Energy yang dimiliki anak-anaknya.

Bloomberg juga mencatat Prajogo mengendalikan sekitar 84 persen saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) serta memiliki sekitar 5 persen saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), produsen petrokimia terbesar di Indonesia.

Kisah Prajogo

Perjalanan bisnis Prajogo dimulai dari bawah.

Mengutip Leo Suryadinata dalam buku Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (2015), Prajogo Pangestu (alias Hang Djun Phen; Peng Yunpeng) lahir pada 13 Mei 1944.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7
Advertisement
Advertisement