Artinya, sejak awal tahun ini, kekayaan Prajogo telah menguap sekitar USD14,6 miliar atau setara Rp258,4 triliun.
Tak hanya itu, Prajogo kini juga turun menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia. Posisi teratas ditempati R. Budi Hartono dari Grup Djarum dengan kekayaan USD15,5 miliar atau sekitar Rp274,35 triliun dan berada di peringkat 187 dunia.
Sementara posisi kedua ditempati taipan batu bara Low Tuck Kwong dengan kekayaan USD15,2 miliar atau setara Rp269,04 triliun, menempatkannya di posisi 195 dunia.
Tekanan terhadap kekayaan Prajogo terjadi seiring pelemahan saham-saham afiliasi Grup Barito, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT), di tengah keluarnya sejumlah saham tersebut dari indeks MSCI serta meningkatnya sorotan investor asing terhadap transparansi pasar saham domestik.
Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), saham TPIA bahkan kembali menyentuh auto rejection bawah (ARB) 15 persen, memperpanjang tekanan pada saham-saham Grup Barito yang sebelumnya sempat menjadi motor penggerak IHSG.