Sementara itu, produksi CPO Malaysia mencapai 1,5 juta ton pada Mei 2026, turun 7 persen secara bulanan.
Secara kumulatif, produksi CPO Malaysia sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 7,4 juta ton, naik 1,5 persen yoy atau setara 37 persen dari proyeksi produksi tahunan MPOB untuk 2026.
Di sisi lain, volume ekspor CPO Malaysia turun 17 persen secara bulanan menjadi 1,7 juta ton pada Mei 2026. Penurunan ini dinilai tidak biasa karena ekspor pada Mei biasanya meningkat 4-25 persen secara bulanan dalam periode 2024-2025.
Menurut analis Indo Premier, penurunan ekspor kemungkinan terjadi karena China dan India mengalihkan pembelian ke CPO Indonesia yang menawarkan harga lebih murah menjelang penerapan kebijakan single desk ekspor.
Akibat pelemahan ekspor tersebut, persediaan akhir CPO Malaysia meningkat menjadi 3,1 juta ton pada Mei 2026 dari 3 juta ton pada April 2026.