sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kekhawatiran DSI Mereda, Emiten Sawit Mulai Mendapat Angin Segar

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
19/06/2026 06:38 WIB
Sektor perkebunan masih menghadapi tekanan akibat perubahan kebijakan ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia yang berdampak pada arus perdagangan regional.
Kekhawatiran DSI Mereda, Emiten Sawit Mulai Mendapat Angin Segar. (Foto: Magnific)
Kekhawatiran DSI Mereda, Emiten Sawit Mulai Mendapat Angin Segar. (Foto: Magnific)

Namun, Indo Premier memperkirakan volume ekspor Malaysia kembali pulih seiring menyempitnya selisih harga antara CPO Indonesia dan Malaysia.

Diskon CPO Indonesia Melebar akibat Kekhawatiran DSI

Harga CPO Indonesia berdasarkan acuan FOB Dumai turun 3 persen secara bulanan menjadi Rp15,2 juta per ton pada Mei 2026. Sementara itu, harga CPO acuan Malaysia turun lebih terbatas, yakni 1 persen menjadi 4.500 ringgit Malaysia per ton.

Kondisi tersebut membuat diskon harga CPO Indonesia terhadap Malaysia melebar menjadi 24 persen pada Mei 2026, dibandingkan sekitar 20 persen pada April 2026.

Indo Premier menilai pelebaran diskon ini terjadi akibat kekhawatiran pasar terhadap implementasi DSI serta aksi jual panik oleh eksportir.

Secara tahun berjalan (YtD) 2026, harga rata-rata CPO Indonesia mencapai Rp15,1 juta per ton, naik 6 persen dibandingkan rata-rata harga sepanjang 2025, tetapi masih berada di bawah perkiraan analis.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement