Namun, Indo Premier memperkirakan volume ekspor Malaysia kembali pulih seiring menyempitnya selisih harga antara CPO Indonesia dan Malaysia.
Diskon CPO Indonesia Melebar akibat Kekhawatiran DSI
Harga CPO Indonesia berdasarkan acuan FOB Dumai turun 3 persen secara bulanan menjadi Rp15,2 juta per ton pada Mei 2026. Sementara itu, harga CPO acuan Malaysia turun lebih terbatas, yakni 1 persen menjadi 4.500 ringgit Malaysia per ton.
Kondisi tersebut membuat diskon harga CPO Indonesia terhadap Malaysia melebar menjadi 24 persen pada Mei 2026, dibandingkan sekitar 20 persen pada April 2026.
Indo Premier menilai pelebaran diskon ini terjadi akibat kekhawatiran pasar terhadap implementasi DSI serta aksi jual panik oleh eksportir.
Secara tahun berjalan (YtD) 2026, harga rata-rata CPO Indonesia mencapai Rp15,1 juta per ton, naik 6 persen dibandingkan rata-rata harga sepanjang 2025, tetapi masih berada di bawah perkiraan analis.