“Dari sisi pasar, keputusan MSCI ini berpotensi memberi tekanan pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, khususnya dalam jangka pendek hingga menengah. Pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia di indeks MSCI berarti potensi aliran dana pasif dari investor global menjadi tertahan,” ujar Hendra.
Tekanan tersebut, menurut dia, juga datang dari saham-saham yang sebelumnya diharapkan naik kelas dalam indeks MSCI.
Ia menambahkan, kondisi ini berpotensi memengaruhi perilaku pelaku pasar.
“Kondisi ini berpotensi memicu aksi ambil untung atau sikap wait and see, yang pada akhirnya ikut menekan sentimen pasar secara keseluruhan,” tutur Hendra.
Dari sisi persepsi risiko, Hendra menilai langkah MSCI membuat investor global semakin berhati-hati terhadap pasar Indonesia.
Menurut dia, sikap tersebut terutama berdampak pada saham-saham berkapitalisasi besar.