Capaian ini sekaligus menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi industri otomotif yang mendapat kepercayaan pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar pada periode tersebut, mencapai 11.672 unit kendaraan. Secara keseluruhan, pada segmen kargo CBU, IPCC melayani 139.480 unit kendaraan, naik 5.895 unit atau tumbuh 4,41 persen.
Sepanjang Januari-Februari 2026, IPCC menangani 195.729 unit kargo kendaraan, terdiri dari CBU, truck/bus, serta alat berat. Jumlah tersebut meningkat 23.319 unit dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mencerminkan peningkatan aktivitas logistik otomotif yang terus berkembang.
Sejalan dengan penguatan peran perusahaan dalam mendukung rantai pasok industri nasional, ayanan kargo alat berat turut mencatatkan kinerja positif dan menjadi kontributor terbesar kedua bagi aktivitas operasional perusahaan. Hingga Februari 2026, penanganan alat berat mencapai 5.477 unit, meningkat 7,08 persen atau bertambah 362 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan kinerja operasional pada awal tahun ini mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan terminal kendaraan yang kami jalankan secara konsisten. Pertumbuhan pada segmen CBU serta peningkatan volume kargo secara konsolidasi menunjukkan bahwa aktivitas logistik otomotif tetap bergerak positif, sekaligus memperkuat peran IPCC dalam mendukung kelancaran distribusi kendaraan baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Bagus.
Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly menambahkan, pertumbuhan kinerja operasional pada berbagai segmen layanan ini menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan bisnis yang dijalankan IPCC mampu merespons dinamika kebutuhan industri secara adaptif.