AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Kinerja Pasar Modal Syariah Topang Kontribusi Sukuk Negara

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 18 Maret 2019 11:00 WIB
Perkembangan pasar modal syariah di Indonesia terus berkembang dan masih mendapat topangan dari kontribusi sukuk negara sebagai sumber dana pembangunan.
Kinerja Pasar Modal Syariah Topang Kontribusi Sukuk Negara. (Foto: Ist)

IDXChannel – Perkembangan pasar modal syariah di Indonesia terus berkembang dan masih mendapat topangan dari kontribusi sukuk negara sebagai sumber dana pembangunan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per Desember 2018, nilai outstanding sukuk negara adalah Rp405,4 triliun atau 95% dari total outstanding sukuk. Nilai outstanding total sukuk adalah sebesar Rp426,8 triliun atau sebesar 15% dari total efek pendapatan tetap yang diterbitkan di Indonesia.

Dari sisi sukuk korporasi, outstanding value sukuk korporasi syariah berkontribusi sebesar 5% dari total outstanding value dengan jumlah sukuk sebanyak 15% dari total sukuk keseluruhan.

Sementara itu, outstanding value sukuk negara memiliki porsi 17% dari total outstanding value dengan jumlah sukuk sebanyak 37% dari total sukuk keseluruhan. Adapun, selama 5 tahun terakhir oustanding sukuk negara meningkat 8% menjadi Rp661,3 triliun atau sebanyak 18% dari jumlah total SBN.

Dikatakan Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh, porsi sukuk negara dalam total SBN dapat meningkat hingga 20% di 2019 ditopang penerbitan sukuk ritel dan sukuk tabungan.

“Dalam tempo 5 tahun, sudah tumbuh 8% nilai oustanding-nya. Saya yakin ke depan akan terus naik dan hipotesa saya untuk tahun ini akan sampai 20%,” katanya di Jakarta, Senin (18/3).

Dijelaskan Irwan, penopang dari pertumbuhan porsi sukuk negara dalam total SBN akan didorong oleh penerbitan sukuk ritel dan sukuk tabungan, yang mana produk tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memindahkan konsep komposisi utang menjadi konsep pembiayaan.

Sedangkan strategi memperbanyak sukuk ritel dan sukuk tabungan memiliki keuntungan dari sisi keterjagaan risiko pasar dalam jangka panjang. Irwan menjelaskan, dengan banyaknya sukuk ritel, risiko pasar untuk jangka panjang akan tersebar ke setiap individu. Alhasil, ketika ada guncangan dari sisi kebutuhan dana, hal itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kelanjutan pembangunan.

“Sukuk strategis ini tidak bisa digunakan di negara lain. Ya, jangan bandingkan jumlah pasar Indonesia dengan penduduk [misalnya] di Dubai,” imbuh Irwan.

Dari 264 juta orang penduduk Indonesia, 87 persen penduduknya merupakan muslim dan 64 persennya merupakan kelompok produktif. Hal ini lah yang membuat potensi pasar modal syariah di Indonesia begitu besar. Ini dapat dibuktikan dari aset keuangan syariah Indonesia di pasar global berada di peringkat ke 7 mencapai USD 81 miliar pada 2017, mengalahkan Turki yang mencapai USD 49,5 miliar.

Adapun milestones yang menunjang pasar modal syariah yaitu, Reksa Dana Syariah yang ada sejak 1997, Indeks Saham Syariah sejak 2000, Sukuk pada 2002, Regulasi Pasar Modal Syariah sejak 2006, dan terakhir yaitu ETF Syariah yang ada sejak 2013. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD