sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kisruh FELDA Sempat Mencuat Lagi, BWPT Dinilai Punya Katalis Baru

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
11/09/2026 11:00 WIB
Kisruh antara FELDA Malaysia dan Rajawali Group sempat kembali mencuat terkait kepemilikan saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
Kisruh FELDA Sempat Mencuat Lagi, BWPT Dinilai Punya Katalis Baru. (Foto: Eagle High)
Kisruh FELDA Sempat Mencuat Lagi, BWPT Dinilai Punya Katalis Baru. (Foto: Eagle High)

Pada semester I-2026, pendapatan BWPT tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp3,26 triliun. Laba bersih juga meningkat 23 persen menjadi Rp211 miliar, didorong kenaikan harga jual rata-rata CPO sebesar 3,6 persen dan volume penjualan sebesar 14 persen.

Produksi TBS dari kebun sendiri memang turun 5 persen menjadi 510.233 ton. Namun, penurunan tersebut lebih dari terkompensasi oleh pembelian TBS dari pihak ketiga yang meningkat hampir dua kali lipat dan menyumbang sekitar 27 persen dari total throughput.

Kontribusi plasma juga ditargetkan meningkat menjadi sekitar 20 persen dari pasokan pada akhir 2026, dari 14 persen pada kuartal II-2026.

Ruang perbaikan terbesar masih berasal dari produktivitas kebun. Hasil TBS BWPT pada 2025 tercatat 12,5 ton per hektare, menjadi yang terendah dibandingkan rata-rata sekitar 18 ton per hektare di antara perusahaan sejenis.

Namun, manajemen memperkirakan produktivitas mulai membaik tahun depan seiring tanaman dengan kepadatan lebih tinggi memasuki usia matang.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7
Advertisement
Advertisement