Kepadatan tanaman telah dinaikkan dari sekitar 120 menjadi 135 pohon per hektare sejak tiga tahun lalu.
BWPT juga akan menjalankan program peremajaan tanaman (replanting) sekitar 4.000 hektare per tahun selama kurang lebih 10 tahun mulai 2027. Luas tersebut setara sekitar 4,8 persen dari total area tertanam, sementara usia rata-rata kebun saat ini sekitar 18 tahun.
Katalis pertumbuhan lainnya datang dari pembangunan pabrik kernel crushing plant (KCP) berkapasitas 200 ton per hari di Kalimantan Tengah. Progres konstruksi telah mencapai sekitar 30 persen dan operasional ditargetkan dimulai pada kuartal II-2027.
Pabrik tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 27.000 ton palm kernel oil (PKO) per tahun. Fasilitas ini diperkirakan dapat menyumbang sekitar 10 persen terhadap pendapatan BWPT dengan margin lebih tinggi, mengingat harga PKO biasanya sekitar dua kali lipat dibandingkan harga palm kernel (PK).
Di tengah prospek tersebut, risiko El Niño dinilai masih dapat dikelola. Manajemen memperkirakan dampaknya relatif terbatas pada 2026, meski perlambatan produksi berpotensi mulai terasa pada kuartal IV-2026 dan lebih besar pada 2027.