Energi Terbarukan
Selain pengelolaan limbah dan kendaraan listrik, TBS masih mengembangkan bisnis energi terbarukan.
Kepemilikan perseroan pada segmen ini berbentuk entitas asosiasi sehingga kontribusinya dicatat melalui bagian atas laba entitas asosiasi, bukan sebagai pendapatan konsolidasi.
PLTM berkapasitas 6 MW telah beroperasi penuh dan menyumbang USD110.300 terhadap laporan laba rugi perseroan. Sementara itu, proyek PLTS terapung berkapasitas 46 MWp ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026.
Dari sisi neraca, TBS memiliki kas sebesar USD94,7 juta per 30 Juni 2026. Utang bank jangka pendek turun 30,9 persen secara tahunan, sedangkan total liabilitas jangka pendek turun 13,5 persen.
Perseroan juga melakukan refinancing obligasi rupiah 2026 melalui PUB II dan PUB III yang memindahkan USD27,5 juta dari jatuh tempo jangka pendek. Rasio utang bersih terhadap EBITDA tercatat 5,4 kali, membaik dari 5,6 kali pada akhir 2025. (Aldo Fernando)