PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) menjadi salah satu penerima manfaat yang dinilai paling menarik. Per Maret 2026, pelanggan DC menyumbang sekitar 215 MW kapasitas kontrak POWR.
Kapasitas DC yang telah dialiri listrik diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 425 MW pada 2028, atau tumbuh dengan CAGR sekitar 34 persen.
Dengan kapasitas pembangkit sekitar 1,19 GW dan tingkat utilisasi sekitar 67 persen, POWR memiliki ruang untuk menangkap pertumbuhan permintaan listrik dari DC.
Di sektor energi terbarukan, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dapat menjadi alternatif eksposur terhadap meningkatnya kebutuhan listrik rendah karbon.
Hal ini semakin relevan karena operator DC global memiliki target emisi yang ketat dan membutuhkan akses terhadap energi terbarukan.