Meski demikian, kapasitas listrik Indonesia diproyeksikan terus bertambah.
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan sebesar 69,5 GW, terdiri dari 42,6 GW energi terbarukan, 10,3 GW penyimpanan energi, dan 16,6 GW pembangkit berbasis fosil.
DCII hingga DSSA Berpotensi Cuan
UOB Kay Hian melihat sejumlah emiten sebagai penerima manfaat langsung dari pertumbuhan DC.
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dinilai menjadi eksposur paling murni di pasar saham, dengan kapasitas terpasang sekitar 119 MW pada awal 2026.
DCII juga memiliki rencana ekspansi hingga 300 MW di Cibitung dan 600 MW di Karawang, meski komitmen pasokan listrik untuk kapasitas masa depan tersebut belum diungkapkan.
Sementara itu, TLKM melalui NeutraDC menargetkan kapasitas DC mencapai 500 MW pada 2030.