Di sektor konstruksi, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) dinilai menjadi salah satu emiten yang memiliki posisi kuat karena kemampuan mechanical, electrical, and plumbing (MEP), fit-out, serta pengalaman membangun DC melalui Jaya Obayashi.
Pertumbuhan beban AI juga akan meningkatkan kebutuhan trafik data dan jaringan fiber. Kondisi tersebut berpotensi menguntungkan TLKM, ISAT, INET, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan Dayamitra Telekomunikasi (MTEL).
Sementara itu, pengembangan kawasan industri juga berpotensi mendapatkan manfaat. Cikarang menjadi klaster utama DC karena kedekatan dengan Jakarta, kebutuhan latensi rendah, serta ketersediaan captive power.
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), misalnya, mencatat sekitar 70 persen inquiry lahan berasal dari perusahaan DC.
Namun, landbank industri DMAS telah berada di bawah 150 hektare per 31 Maret 2026. Keterbatasan lahan tersebut berpotensi mengalihkan permintaan ke PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) di MM2100 dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA).