Pada periode Ramadan-Idulfitri 2026, Kementerian ESDM memproyeksikan beban puncak sebesar 47,2 GW, sementara daya mampu pasok (DMP) mencapai 51,6 GW. Dengan demikian, cadangan daya hanya sekitar 4,4 GW atau 9,3 persen.
Kondisi di sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) juga menunjukkan ruang yang tidak terlalu besar.
Pada puncak 2025, daya mampu pasok mencapai 38 GW dibandingkan beban puncak 34,1 GW, menyisakan cadangan sekitar 3,9 GW atau 11,3 persen.
Batam bahkan lebih ketat. PLN Batam mencatat daya mampu pasok bersih sekitar 881 megawatt (MW), sementara beban puncak mencapai sekitar 761 MW pada Maret 2026.
Artinya, cadangan hanya sekitar 120 MW sehingga pembangunan DC berskala besar di Batam akan membutuhkan tambahan pembangkit dan investasi jaringan.