Langkah ekspansi ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. TINS membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun, tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,19 triliun.
Dari sisi top line, pendapatan perseroan meningkat 6,14 persen menjadi Rp11,55 triliun dari Rp10,86 triliun pada 2024.
Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya harga jual rata-rata logam timah berdasarkan London Metal Exchange (LME), yang naik sekitar 13% menjadi USD34.119,96 per ton pada 2025 dari sebelumnya USD30.177,45 per ton.
Meski demikian, beban pokok pendapatan turut meningkat 8,41 persen menjadi Rp8,79 triliun. Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp1,91 triliun, mencerminkan tekanan biaya di tengah upaya ekspansi dan peningkatan produksi.
(DESI ANGRIANI)