AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Medikaloka Hermina (HEAL) Bagi Dividen Rp89 Miliar

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 26 Mei 2022 07:31 WIB
Selain itu, sektor rawat jalan RS Hermina yang memiliki 32 cabang ini juga naik menjadi Rp1,68 triliun.
Medikaloka Hermina (HEAL) Bagi Dividen Rp89 Miliar (foto: MNC Media)
Medikaloka Hermina (HEAL) Bagi Dividen Rp89 Miliar (foto: MNC Media)

JAKARTA MPI - PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp89 miliar, atau senilai Rp6 per saham, yang dananya bersumber dari laba bersih di 2021. Pembagian tersebut sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pengelola RS Hermina tersebut pada Rabu 25 Mei 2022.

Direktur HEAL, Aristo Setiawidjaja mengatakan, besaran dividen tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya membagikan senilai Rp5 per saham.

“Pada tahun lalu, kami membagikan dividen senilai Rp5 per saham, sehingga dividen saat ini naik dibanding tahun lalu,” katanya, Kamis (26/5/2022).

Perlu diketahui, jumlah laba bersih HEAL untuk tahun buku 2021 mencapai Rp1 triliun atau jauh lebih besar dibanding pada 2020 yang senilai Rp473,22 miliar.

Adapun pada tahun ini HEAL menargetkan laba bersih sekitar Rp600 miliar sampai Rp700 miliar.

Sementara itu, jumlah pendapatan perseroan untuk Tahun Buku 2022 diperkirakan berkisar Rp5 triliun - Rp5,5 triliun.

"Perkiraan pendapatan sekitar Rp5 triliun-Rp5,5 triliun itu lebih rendah dari 2021. Namun jika dibandingkan dengan masa sebelum COVID-19, ini masih menunjukkan peningkatan belasan persen (CAGR 2019-2022)," ungkap Aristo.

Sebagai informasi, Pendapatan Hermina di sektor rawat inap meningkat Rp1,24 triliun, dari Rp2,86 triliun pada 2020 menjadi Rp4,10 triliun pada 2021. Selain itu, sektor rawat jalan RS Hermina yang memiliki 32 cabang ini juga naik menjadi Rp1,68 triliun.

Lebih lanjut, beberapa lini bisnis non rumah sakit yang turut menyumbang laba bersih Hermina di antaranya pendapatan manajemen Rp3,45 miliar dan aset kerja sama operasional (KSO) yang mencapai Rp34,54 miliar.

Rumah sakit yang didirikan sejak tahun 1985 ini tercatat mengalami peningkatan biaya keuangan Rp143,19 miliar dan beban usaha yang mencapai Rp1,26 triliun.

Namun, penghasilan lainnya yang diperoleh perusahaan juga meningkat cukup drastis, yakni meningkat 96 persen dari Rp71,74 miliar di tahun sebelumnya menjadi Rp140,63 miliar. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD