AALI
8125
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1310
ACES
1320
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2500
ADHI
730
ADMF
7750
ADMG
240
ADRO
1280
AGAR
400
AGII
1690
AGRO
2630
AGRO-R
0
AGRS
232
AHAP
58
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
222
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
615
AKRA
3510
AKSI
448
ALDO
635
ALKA
234
ALMI
232
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/07/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
449.34
-0.4%
-1.83
IHSG
6106.39
0.08%
+4.70
LQ45
841.82
-0.46%
-3.89
HSI
26192.32
-4.14%
-1129.66
N225
27833.29
1.04%
+285.29
NYSE
16552.38
0.59%
+96.48
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
841,757 / gram

Melonjak 769 Persen, NIKL Cetak Laba USD2,522 Juta di Semester I 2021

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 22 Juli 2021 14:50 WIB
Emiten logam dan mineral, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) membukukan laba bersih sebesar USD2,522 juta pada semester I 2021.
Melonjak 769 Persen, NIKL Cetak Laba USD2,522 Juta di Semester I 2021 (Dok MNC Media)

IDXChannel - Emiten logam dan mineral, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) membukukan laba bersih sebesar USD2,522 juta pada semester I 2021, atau melonjak 769 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang tercatat senilai USD290.053.

Mengutip laporan keuangan semester I-2020 tanpa audit NIKL pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/7/2021), laba per saham dasar NIKL naik menjadi USD0,001, sedangkan di semester I-2020 hanya USD0,0001. 

Perseroan mencatat penjualan naik 29,94 persen menjadi USD90,623 juta. Penjualan kepada PT Indonesia Multi Colour Printing senilai USD12,85 juta atau berkontribusi 14 persen dari total penjualan, kemudian penjualan kepada PT United Can senilai USD12,226 juta atau 13 persen dan kepada PT Indolakto senilai USD9,646 juta atau 11 persen. 

Peningkatan penjualan diiringi dengan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 25,57 persen. Sehingga laba kotor melonjak 104,6 persen menjadi USD7,285 juta. Menariknya, beban administrasi susut sedalam 32,88 persen menjadi USD1,437 juta. Ditambah penjualan besi bekas yang tumbuh 13,56 persen menjadi USD452.853. 

Sementara itu, aset perseroan mengalami pertumbuhan 10,68 persen menjadi USD145,39 juta. Hal itu ditopang adanya lonjakan sebesar 88,88 persen atas pos utang usaha kepada pihak berelasi senilai USD17,949 juta. Sedangkan aset bersih diperoleh dari aktivitas operasi sebesar USD9,427 juta, atau naik 34,99 persen dibanding semester I 2020, yang tercatat senilai USD6,983 juta. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD