AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Menyusuri Kisah Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW Sejak Kecil

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 06 Mei 2019 17:30 WIB
Sejarah Nabi Muhammad SAW saat berdagang dikenal memiliki sifat shiddiq, tapi tidak hanya itu saja karena banyak sifat Rasulullah lainnya yang patut kita tiru.
Menyusuri Kisah Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW Sejak Kecil. (Foto: Ist)

IDXChannel – Sejarah Nabi Muhammad SAW saat berdagang dikenal memiliki sifat shiddiq, tapi tidak hanya itu saja karena banyak sifat Rasulullah lainnya yang patut kita tiru.  

Sebagai seorang yatim, Rasulullah hanya bisa menikmati kasih sayang seorang Ibu tak lama. Sebab, Aminah sang Ibu juga meninggal ketika Nabi berusia 6 tahun. Ketiadaan orangtua dalam kehidupan membuat Nabi Muhammad kecil mau tak mau menjadi orang yang mandiri. Inilah cara Allah SWT mendidik Nabi menjadi pribadi yang tidak suka bergantung pada kemurahan hati orang lain.

Mengungkap kisah Rasulullah di usia 8, merupakan  awal pertama kalinya mengenal dunia bisnis dengan mengembala kambing. Baginda Rasul mendapat upah beberapa qiraat dari penduduk Makkah.

Seperti dikutip Okezone dari Buku Bisnis Rasulullah, Malahayati S Psi, Great Publisher, Jakarta, Senin (6/5).  Pada usia 12, Nabi mulai belajar berdagang bersama pamannya Abu Thalib ke Negeri Syiam untuk berdagang. Perjalanan bisnis pertama yakni mengunjungi negeri Suriah, Jordan dan Lebanon.

Kemudian pada usia 17-20, Nabi Muhammad SAW bersaing dengan pebisnis senior tingkat regional. Namun demikian, mitra-mitra bisnis Nabi mengaku Beliau matang dalam perhitungan, jujur dan profesional.

Melihat hal tersebut, Nabi Muhammad SAW akhirnya mendapat kepercayaan dari konglomerat di Makkah yakni Khadijah, untuk menjalin kerja sama bisnis. Gaji yang diterima Rasulullah saat itu sekitar 4 ekor unta setiap bulan.

Misi dagang Nabi Muhammad SAW pun berlanjut saat menyusuri jalur dagang utama, antara lain Yaman, Syam melalui Madyan, Wadil Qura. Keuntungan yang didapat lebih besar dari kelompok dagang lain.

Melihat perjalanan waktu menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menjalankan kontrak syirkah (kerja sama) dengan sistem upah maupun bagi hasil (mudharabah) dengan Khadijah.

Melihat hal tersebut, banyak karakter atau sifat Nabi Muhammad SAW yang patut kita tiru ketauladannnya dalam berbisnis. Pertama Shiddiq  yakni benar dan tidak pernah menyembunyikan barang dagangan yang cacat, kedua Amanah atau tepercaya baik dari pemilik barang maupun pelanggan.

Ketiga adalah Fathanah yakni cerdas atau pandai menghasilkan dan melihat peluang keuntungan tanpa menipu, terakhir yang keempat yaitu Tabligh atau menyampaikan memiliki kemampuan negosiasi, membangun komunikasi dan reputasi yang baik. (*)

Rekomendasi Berita
Risiko Investasi Saham
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD