AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Simak Yuk! Berdagang Ala Nabi Muhammad SAW

SYARIAH
Fariza Rizki/okezone
Rabu, 05 Mei 2021 05:48 WIB
Murah hati menempatkan keuntungan di tengah-tengah, tidak condong kepada konsumen, tidak juga kepada penjual.
Simak Yuk! Berdagang Ala Nabi Muhammad SAW (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  – Dalam berbisnis, pengusaha bisa menentukan kegiatannya apakah berfokus pada produk atau kepada konsumen. Banyak perusahaan yang memilih fokus kepada konsumen atau consumer-centric, di mana perusahaan memberikan promo habis-habisan dengan intensitas yang besar bagi konsumen. 

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memuaskan dan menumbuhkan loyalitas konsumen. 

Tapi di sisi lain, perusahaan harus memotong cost yang besar agar dapat menyeimbangkan neraca arus kas mereka. Pada akhirnya, konsumen yang menang, tapi perusahaan harus gigit jari karena bisa saja terjun dalam kubangan kerugian. 

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Rabu (5/5/2021), soul marketing yang merupakan pengembangan dari cara berdagang yang dilakukan Nabi Muhammad punya konsep yang berbeda dari bisnis consumer-centric maupun product-centric. 

Dasar dari konsep ini bukan pada produk atau konsumen, tapi pada sikap murah hati. Murah hati adalah sebuah sikap yang membatasi seseorang dari perbuatan yang berlebihan. Transaksi yang didasari dengan sikap ini adalah transaksi yang tidak berat sebelah dan akan mencapai win-win solution antara penjual dan pembeli. 

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah mengasihi orang yang bermurah hati ketika menjual, membeli, dan menagih” (HR Bukhari dari Jabir bin Abdullah Ra. 

Dalam sebuah transaksi, pedagang yang murah hati tidak akan menetapkan harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, melainkan sesuai dengan kualitas dan manfaat yang diberikan. Di sisi lain, konsumen juga bermurah hati kepada penjual dengan tidak memberikan penawaran yang terlalu rendah. 

Murah hati menempatkan keuntungan di tengah-tengah, tidak condong kepada konsumen, tidak juga kepada penjual. 

Rasulullah bersabda, “Wahai Ummu Qilat, jika engkau ingin membeli sesuatu, tawarlah dengan harga yang kau inginkan, diberikan atau tidak. Dan bila engkau ingin menjual, tawarkanlah dengan harga yang engkau inginkan, diterima atau ditolak” (HR al-Quzuwaini). 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD