Produksi rokok kretek mesin premium tercatat terus mengalami penurunan, dengan produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan I turun dari 118,2 miliar batang menjadi 96,52 miliar batang.
Sebaliknya, segmen rokok tangan dengan harga lebih rendah justru mengalami peningkatan.
Produksi SKT Golongan III naik dari 59,42 miliar batang menjadi 67,34 miliar batang. Hal ini menunjukkan konsumen cenderung beralih ke produk yang lebih murah, bukan meningkatkan konsumsi secara keseluruhan.
Menurut Sucor Sekuritas, manfaat pembekuan cukai lebih banyak tercermin pada peningkatan margin produsen dibandingkan penurunan harga bagi konsumen.
Akibatnya, laba perusahaan dapat tumbuh meski volume industri terus mengalami kontraksi.