"Ini merupakan bentuk pertumbuhan laba dengan kualitas yang lebih rendah, karena didorong ekspansi margin di tengah basis volume yang terus mengecil," ujar Giovanus.
Sucor Sekuritas memperkirakan momentum pertumbuhan laba industri rokok pada 2026 berbalik menghadapi tekanan pada 2027-2028.
Dengan berakhirnya efek positif pembekuan cukai dan belum adanya tanda stabilisasi volume, ruang kenaikan valuasi saham rokok dinilai semakin terbatas.
Karena itu, Sucor Sekuritas memangkas estimasi laba dan target harga kedua saham tersebut.
Proyeksi laba HMSP diturunkan sebesar 2 persen-4 persen, dengan perkiraan 2026 relatif tidak berubah, sedangkan estimasi laba WIIM dipangkas lebih besar, yakni 6 persen-12 persen.