Beberapa saham dengan potensi arus keluar terbesar antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sekitar USD2,06 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) USD1,29 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) USD966 juta, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) USD889 juta, serta PT Astra International Tbk (ASII) USD631 juta.
Selain itu, saham seperti Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Amman Mineral Internasional (AMMN), Barito Renewables Energy (BREN), Bumi Resources Minerals (BRMS), Bank Negara Indonesia (BBNI), hingga GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) juga berpotensi terkena tekanan arus keluar dana.
Secara total, estimasi arus keluar mencapai USD9,8 miliar dengan dampak terhadap volume perdagangan sekitar 22,6 kali rata-rata transaksi harian.
JP Morgan menilai kekhawatiran MSCI terhadap Indonesia tidak hanya terkait likuiditas pasar, tetapi juga menyangkut transparansi kepemilikan saham dan integritas pasar.
Hal ini membuat investor asing semakin berhati-hati terhadap investabilitas Indonesia.