Di sisi lain, laporan tersebut menunjukkan tren penurunan kepemilikan asing di pasar Indonesia.
Kepemilikan asing pada saham domestik turun hampir 25 persen dalam beberapa tahun terakhir, sementara kepemilikan obligasi pemerintah kini didominasi investor domestik hingga sekitar 87 persen.
Kepercayaan investor yang melemah juga tercermin pada nilai tukar rupiah yang sempat menembus level tertinggi sepanjang sejarah di atas Rp17.000 per dolar AS pada awal 2026, bahkan melampaui level krisis Asia 1998.
Meski demikian, JP Morgan menilai Indonesia masih memiliki fundamental penting dari sektor komoditas.
Sekitar 80 persen ekspor barang Indonesia berasal dari komoditas dan berkontribusi sekitar 26 persen terhadap PDB, dengan dominasi produksi global pada nikel, kelapa sawit, batu bara, timah, karet, hingga batu bara.