Untuk indeks sektoral, mayoritas mencatakan pelemahan. Pelemahan signifkan terjadi di teknologi yang merosot 1,38%, sektor energi anjlok 1,24%, dan consumer staples susut 0,72%.
"Pelemahan ini dikarenakan antisipasi investor terhadap perkembangan inflasi di global yang masih tinggi, sehingga arah kebijakan bank sentral yang masih akan hawkish. Sementara, prospek global cenderung suram," dalam catatan riset tersebut
Sementara nilai tukar Rupiah menguat 0,26% ke Rp14.848 per USD, di mana penguatan nilai tukar ini ditopang oleh fundamental domestik yang tetap solid sebagaimana terefleksi pada rilis kinerja konsumsi, namun inflasi tetap melandai sehingga imbal hasil domestik tetap menarik.
Nilai perdagangan di pasar reguler terpantau relatif ramai dengan nilai transaksi Rp5,9 triliun, ini sejalan aktifitas investor yang masih berhati-hati dalam menghadapi perkembangan prospek perekonomian global.