AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Buyback 79,66 Juta Saham

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Selasa, 15 Januari 2019 09:30 WIB
ROTI menyampaikan telah melakukan pembelian saham kembali atau buyback sebanyak 79,66 juta saham sejak Juli 2018 hingga September 2018.
Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Buyback 79,66 Juta Saham. (Foto: Ist)

IDXChannel - Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menyampaikan telah melakukan pembelian saham kembali atau buyback sebanyak 79,66 juta saham sejak Juli 2018 hingga September 2018.

Dikatakan Corporate Secretary Nippon Indosari Corpindo Sri Mulyana, buyback 79,66 juta saham setara dengan 12,87% dari target buyback yang ditetapkan perseroan yakni sebanyak 618,64 juta saham atau 10% dari modal yang disetor penuh.

Kemudian sisa biaya pembelian kembali saham yakni sebesar Rp10,77 miliar. ”Buyback ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas dalam mengelola modal perseroan secara jangka panjang,” kata Sri Mulyana dalam keterangan tertulisnya, pada Senin (14/1).

Perdagangan saham ROTI pada Jumat akhir pekan kemarin, tercatat ditutup stagnan di harga Rp12,00 per saham. Pada 9 Januari lalu, saham ROTI sempat naik 20 poin atau 1,67% ke Rp12,20. Di kuartal tiga 2018, ROTI membukukan penjualan senilai Rp1,98 triliun atau tumbuh 8,79% dari posisi Rp1,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan paling banyak berada di wilayah tengah Indonesia senilai Rp1,63 triliun. Lalu, disusul oleh wilayah barat dan timur masing-masing senilai Rp214,19 miliar dan Rp72,21 miliar.

ROTI juga mengantongi penjualan dari Filipina senilai Rp60,39 miliar per September 2018, naik 88% dari posisi Rp32,11 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan juga mengungkapkan, penjualan paling banyak adalah roti tawar sekitar 76% atau setara Rp1,51 triliun. Kemudian, disusul oleh roti manis, kue dan lain-lain masing-masing senilai Rp845,3 miliar, Rp88,05 miliar dan Rp5,09 miliar.

Sementara itu, penjualan ROTI kepada distributor atau peritel modern telah mencapai 64,73% dari total penjualan. Peritel itu adalah PT Indomarco Primatama dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. masing-masing sebesar 38,09% dan Rp26,64%. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD