Margin kotor diperkirakan sempat tertekan menjadi 28,1 persen pada 2026 akibat biaya awal operasional pabrik baru, sebelum kembali membaik menjadi 30,4 persen pada 2028.
Di sisi lain, berakhirnya siklus belanja modal proyek Karawang diperkirakan memperkuat neraca keuangan perusahaan.
Mirae memperkirakan arus kas bebas (free cash flow) kembali positif pada 2027, sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA turun dari 1,3 kali menjadi 0,6 kali. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi peningkatan pembagian dividen.
Berdasarkan prospek tersebut, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memulai cakupan atas saham INKP dengan rekomendasi beli dan target harga Rp13.500 per unit.
Target tersebut mencerminkan valuasi 5,1 kali EV/EBITDA 2027, yang menurut Mirae masih berada di bawah rata-rata perusahaan sejenis di tingkat global.