sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pabrik Karawang Jadi Titik Balik INKP, Bisnis Kemasan Siap Jadi Mesin Pertumbuhan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
09/07/2026 12:15 WIB
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dinilai tengah memasuki fase transformasi penting yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap siklus harga pulp.
Pabrik Karawang Jadi Titik Balik INKP, Bisnis Kemasan Siap Jadi Mesin Pertumbuhan. (Foto: INKP)
Pabrik Karawang Jadi Titik Balik INKP, Bisnis Kemasan Siap Jadi Mesin Pertumbuhan. (Foto: INKP)

Menurut Wilbert, kemasan putih memberikan margin kotor sekitar 23 persen, jauh di atas produk dari pabrik Serang yang sekitar 15 persen. Hal itu didukung pasokan bahan baku internal berupa bleached chemi-thermomechanical pulp (BCTMP) dan bleached hardwood kraft pulp (BHKP) dari afiliasi perusahaan.

Seiring beroperasinya pabrik tersebut, Mirae memperkirakan bisnis kemasan menyumbang hampir 50 persen, tepatnya 49,9 persen, pendapatan INKP pada 2028. Untuk pertama kalinya, kontribusinya diperkirakan melampaui gabungan bisnis pulp dan kertas grafis, menandai perubahan struktur pendapatan perseroan.

Meski industri pulp diperkirakan menghadapi tekanan akibat tambahan kapasitas global dalam beberapa tahun mendatang, Mirae menilai posisi biaya produksi INKP tetap menjadi keunggulan utama.

Indonesia disebut berada pada kelompok produsen dengan biaya produksi terendah di dunia.

Mirae memperkirakan biaya tunai (cash cost) INKP sekitar USD250 per ton, ditopang kontrak pasokan serat dengan afiliasi hingga 2035, penggunaan energi terbarukan sekitar 54 persen, harga batu bara yang mendapat fasilitas domestic market obligation (DMO), serta mayoritas biaya dalam rupiah sementara pendapatan diperoleh dalam dolar AS.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement