sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PADI Tegaskan Direktur Utama Djoko Joelijanto Tak Ditetapkan Sebagai Tersangka

Market news editor Rahmat Fiansyah
05/02/2026 16:11 WIB
PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) menepis kabar Direktur Utama Djoko Joelijanto (DJ) ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.
PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) menepis kabar Direktur Utama Djoko Joelijanto (DJ) ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: Ist)
PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) menepis kabar Direktur Utama Djoko Joelijanto (DJ) ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) buka suara soal kabar Direktur Utama Djoko Joelijanto (DJ) ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri. Hal ini terkait kasus yang menimpa PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM).

Dalam kasus dugaan "insider trading" tersebut, Polri resmi menetapkan DJ selaku Dirut MPAM, pemegang saham MPAM, PADI, dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), ESO, dan istri ESO, EL yang juga menjabat sebagai Komisaris MPAM.

Direktur PADI, Martha Susanti menjelaskan, Djoko Joelijanto bukan Dirut MPAM, melainkan Dirut PADI. Sementara MPAM dan PADI merupakan entitas yang berbeda.

"Oleh karena itu, pemberitaan yang menyebutkan bahwa Djoko Joelijanto sebagai tersangka tidak memiliki dasar yang akurat," kata Martha, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan penelusuran IDX Channel, Djoko Joelianto memang bukan Dirut Utama MPAM. Saat ini, Dirut MPAM dijabat Djajadi yang juga memiliki inisial DJ, sesuai informasi dari Bareskrim meski terdapat kesamaan inisial dengan Djoko Joelijanto.

Martha menegaskan, hingga saat ini, tidak ada dampak terhadap perseroan terkait kasus tersebut. Operasional tetap berjalan seperti biasa tanpa gangguan.

PADI memang masih berada dalam satu grup dengan Minna Padi Group. PADI memiliki 18,87 persen saham MPAM. Selain itu, ESO (Edy Suwarno) pernah menjadi pengendali PADI dan status itu kini dipegang istrinya, EL (Eveline Listijosoputro) dengan porsi 1,1 persen.

Martha mengakui pemberitaan yang tak akurat dan menyesatkan ini berdampak pada reputasi dan kredibilitas perseroan. Kondisi ini juga berdampak pada harga saham PADI.

Saham PADI tertekan dalam dua hari terakhir. Kemarin, harga sahamnya turun 10 persen ke level Rp117, sementara hari ini kembali turun 14,5 persen ke level Rp100.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement