AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Pemerintah Kendalikan Covid , Investor Kian Yakin Masuk Pasar Modal RI

MARKET NEWS
Oktiani Endarwati
Kamis, 14 Oktober 2021 11:00 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pertumbuhan yang positif, investor semakin percaya investasi di pasar modal Indonesia.
Pemerintah Kendalikan Covid , Investor Kian Yakin Masuk Pasar Modal RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pertumbuhan yang positif, investor semakin percaya investasi di pasar modal Indonesia. Salah satu faktornya adalah keberhasilan pemerintah menjinakkan covid-19.

Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, adanya faktor optimisme terhadap pemulihan ekonomi secara global maupun di dalam negeri menjadi penggerak IHSG.

"Hal tersebut dibuktikan dengan kinerja PMI manufaktur Indonesia sebesar 52,2 yang mulai ekspansif," ujarnya dalam program IDX Channel, Kamis (14/10/2021).

Di sisi lain, pelaku pasar juga mengapresiasi peran pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Bahkan jumlah kasus positif Covid-19 sudah mengalami tren penurunan.

"Ini menjadi pemacu dan optimisme pelaku pasar mulai masuk ke pasar modal," kata Nafan.

Dia melanjutkan, kinerja saham-saham big cap yang mengalami perbaikan juga menjadi pendorong IHSG. Hal ini sejalan dengan adanya pemulihan ekonomi sehingga mendorong kinerja fundamental emiten.

"Dengan adanya pemulihan ekonomi memberikan keuntungan dari perbaikan kinerja fundamental emiten, sehingga ini apresiasi yang luar biasa bagi pelaku pasar," tuturnya.

Di sisi lain, investor juga sudah memperhitungkan rencana the Fed melakukan pengetatan kebijakan atau tapering pada pertengahan November 2021. "Sejauh ini pelaku pasar sudah memperhatikan hal tersebut. Saya pikir para pelaku pasar tentu bisa mengantisipasi kebijakan the Fed dalam rangka menerapkan tapering bulan November mendatang," kata Nafan. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD