AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Penerapan Work From Home, Saham Telekomunikasi Diprediksi Kembali Bergairah

MARKET NEWS
Aditya Pratama
Senin, 21 Juni 2021 12:51 WIB
Saham sektor telekomunikasi diperkirakan akan kembali bergairah seiring dengan adanya peningkatan penerapan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
Penerapan Work From Home, Saham Telekomunikasi Diprediksi Kembali Bergairah (FOTO:MNC Media)
Penerapan Work From Home, Saham Telekomunikasi Diprediksi Kembali Bergairah (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir mengalami penurunan seiring dengan peningkatan angka positif Covid-19. Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun 61,32 poin atau 1,01 persen ke 6.007. 

Di tengah penurunan IHSG khususnya pada pekan ini, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menyarankan kepada investor untuk membeli saham-saham di sektor telekomunikasi

William beralasan, saham sektor telekomunikasi diperkirakan akan kembali bergairah seiring dengan adanya peningkatan penerapan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. 

"Pekan ini saya merekomendasikan sektor telekomunikasi, mengingat jumlah penerapan WFH akan meningkat sehingga memungkinkan kenaikan trafik data dan permintaan terhadap gadget," ujar William kepada MNC Portal Indonesia, Senin (21/6/2021). 

Adapun saham-saham yang direkomendasikan di antaranya saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). 

William juga menyebut, sentimen negatif yang mempengaruhi pelemahan IHSG disebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air. Tidak hanya itu, menurutnya pelemahan nilai tukar rupiah juga turut mempengaruhi penurunan IHSG. 

"(Peningkatan kasus Covid-19) sentimen negatif, memang bisa menekan IHSG namun menurut saya tidak akan separah tahun lalu. Pelemahan rupiah juga menjadi sentimen negatif tambahan," ucapnya. 

Dia juga memperkirakan adanya peluang penurunan IHSG lebih dalam jika pemerintah kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). "Bisa (kembali menurun akibat PSBB), estimasi target berikutnya pada 5.740," kata dia.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD